Kamis, 12 Oktober 2017

Makalah Pengenalan Beberapa Media (Media Pembelajaran PAI)



Kelompok: 3

PENGENALAN BEBERAPA MEDIA
Tugas ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas pada matakuliah:
Media Pembelajaran PAI

Disusun Oleh:
                        Nama                               NPM
  Ahmad Ramadhan               1611010391
  Rudi Riyanto                       1611010394
    Anisa                                    1611010385 
Lilik Widiarti                  1611010384 
   Dimas Aditya                       1611010387
                           Semester/Kelas                      3/H

Dosen Pengampu matakuliah:
Drs. Haris Budiman, M. Pd.






JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN  AJARAN
2017/2018

Rangkuman Buku Media Pembelajaran oleh Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A
Deskripsi buku
Judul
: Media Pembelajaran
Pengarang
: Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A
Penerbit
: Rajagrafindo Persada
Tahun Terbit
: 2015

BAB III
PENGENALAN BEBERAPA MEDIA
Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut media pembelajaran dikelompokkan kedalam empat kelompok, yaitu :
1.    Media hasil teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi , seperti buku, foto, grafik. Teknologi cetak mempunyai cirri-ciri sebagai berikut;
1)   Teks dibaca secara linear ,sedangkan visual diamati berdasarkan ruang.
2)   Baik teks maupun visual menampilkan komunikasi satu arah dan reseptif.
3)   Teks dan visual ditampilkan statis (diam).
4)   Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip kebahasaan dan persepsi visual.
5)   Baik teks maupun visual beorientasi (berpusat) pada siswa.
6)   Informasi dapat diatur kembali atau didata ulang oleh pemakai.

2. Media hasil teknologi audio visual adalah cara menghasilkan atau menympaikan materi dengan menggunakan mesin- mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Sedangkan ciri- ciri utama tehnologi media audio visual, yaitu:
1)   Mereka biasanya bersifat linear.
2)   Mereka biasanya menyajikan visual yang dinamis.
3)   Merka digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang/ pembuatnya.
4)   Mereka merupakan repsentasi fisik dari gagasan rial atau gagasan abstrak.
5)   Mereka dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif.
6)   Umumnya mereka berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murit yang rendah.

3.  Media hasil teknologi yang berdasarkan computer adalah merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber- sumber yang berbasis mikroprosesor, (dalam media ini materi/ informasi disimpan dalam bentuk digital bukan cetak atau visual) adapun beberapa ciri media yang dihasilkan teknologi berbasis computer (baik perangkat keras atau lunak) yaitu:
1)   Mereka dapat digunakan secara acak,non sekuensial, atau secara linear.
2)   Mereka dapat digunakan berdasarkan keinginan siswa atau berdasarkankeinginan perancang /pengembang sebagai mana di rencanakannya.
3)   Biasanya gagasan –gaaagasan yang disa jikan dalam gaya abstrak dengan kata- kata symbol dan grafik; prinsip- prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini.
4)   Pembelajaran dapat berorientasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi.

4. Media hasil gabungan teknologi cetak dan computeradalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh computer. Adapun beberapa ciri utama teknologi berbasis computer, yaitu sebagai berikut:
1)   Ia dapat digunakan secara acak, sekuensial, secara linear.
2)   Ia dapat digunakan sesuai dengan keinginan siswa, bukan hanya dengan cara yang direcanakan dan dirancang oleh perancangnya.
3)   Gagasan-gagasan sering disajikan secara realistik dalam konteks pengalaman siswa ,menurut apa ,yang relefan dengan siswa ,dan dibawah pengendalian siwa.
4)   Prinsip ilmu kognitif dan konstruktivisme diterapkan dalam pengembangan dan penggunaan pelajaran.
5)   Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pelajaran itu digunakan.
6)   Bahan –bahan pelajaran melibatkan banyak interaktifitas siswa.
7)   Bahan –bahan pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber.


Menurut Seels & Glasgow jenis media dari segi perkembangan teknologi dapat kelompokkan sebagai berikut:
1.      Pilihan Media Tradisional
a.       Visual diam yang diproyeksikan antara lain: proyeksi opaque (tak-tembus pandang), proyeksi overhead. Slides, dan filmstrips
b.      Visual yang tak diproyeksikan antara lain: gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, dan papan-bulu.
c.       Audio antara lain: rekaman piringan, pita kaset, reel, cartridge.
d.      Penyajian Multimedia antara lain: slide plus suara (tape) dan multi image.
e.       Visual dinamis yang diproyeksikan antara lain: film, televisi, dan video
f.       Cetak antara lain: buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah, berkala, dan lembaran lepas (hand-out).
g.      Permainan antara lain: teka-teki, simulasi, perpainan papan
h.      Realia antara lain: model, specimen (contoh), dan manipulatif (peta, boneka).

2.      Pilihan Media Teknologi Mutakhir
a.       Media berbasis telekomunikasi antara lain: telekonferen dan kuliah jarak jauh.
b.      Media berbasis mikroprosesor antara lain: computer-assisted instruction, permainan komputer, sistem tutor intelijen, interaktif, hypermedia, dan compact (video) disc.

 Leshin, Pollock & Reigeluth mengklasifikasi media kedalam lima kelompok, yaitu:
1.    Media berbasis manusia (guru, instruktur. Tutor, main-peran, kegiatan kelompok, field-trip),
2.    Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan (workbook), alat bantu kerja, dan lembaran lepas),
3.    Media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparansi, slide),
4.    Media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tape, televisi), dan
5.    Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer, interaktif video, hypertext).

Kemp & Dayton mengelompokkan media ke dala delapan jenis, yaitu:
1.      Media cetakan
2.      Media panjang
3.      Overhead transparacies
4.      Rekaman audiotape
5.      Seri slide dan film strips
6.      Penyajian multi-image
7.      Rekaman video dan film hidup
8.      komputer


Kepemimpinan Pendidikan Islam (Manajemen Pendidikan Islam)



Kelompok: 3

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM

Tugas ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas pada matakuliah:
Manajemen Pendidikan Islam

Disusun Oleh:
                       Nama                               NPM
Ahmad Ramadhan               1611010391
Angga Pratama Putra            1611010369
Muhammad Alif Naufal J   1611010400
                         Semester/Kelas                     3/H

Dosen Pengampu matakuliah:
Sairul Basri, S.Ag. M.Pd.I






JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN  AJARAN
2017/2018
 
KATA PENGANTAR

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulisan makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Pembuatan makalah ini untuk memenuhi tugas pada mata kuliah  "Manajemen Pendidikan Islam". Shalawat teriring salam kami haturkan  kepada baginda Nabi besar kita, Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan para pengikut beliau yang setia sampai akhir zaman, semoga kita semua mendapat syafa’at beliau di yaumul qiamah kelak. Aamiin ya robbal ‘alamin.
            Selanjutnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing Bapak Sairul Basri, S.Ag. M.Pd.I dan kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulis makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini kami sadari  bahwa masih  banyak terdapat kekurangan dalam penulisannya, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca  demi kesempurnaan makalah ini.
والسلام عليكم ورحمة الله وبر كاته




Bandar Lampung, 26 September 2017



                            Penulis



DAFTAR  ISI

Kata Pengantar............................................................................................. ii
Daftar Isi...................................................................................................... iii

BAB I.  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah............................................................................ 2
C.     Tujuan Masalah................................................................................ 2

BAB II.  PEMBAHASAN
A.    Kepemimpinan Pendidikan Islam.................................................... 3
1.      Pengertian Kepemimpinan......................................................... 3
2.      Pengertian Pendidikan............................................................... 4
3.      Pengertian Pendidikan Islam..................................................... 5
4.      Kepemimpinan Pendidikan Islam.............................................. 6
5.      Ciri-Ciri Kepemimpinan yang efektif........................................ 8
6.      Kepemimpinan dalam pendidikan............................................. 9
7.      Tipe-Tipe Kepemimpinan dalam Pendidikan............................. 10
8.      Fungsi Kepemimpinan Pendidikan............................................ 12
                                                                            
BAB III.  PENUTUP                                                                                   
A.    Kesimpulan...................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA


 
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini manusia sedang menghadapi perubahan yang begitu cepat yang timbul sebagai dampak dan kewajiban ilmu pengetahuan. Apalagi jika didasarkan pada asumsi bahwa segala problem itu berpangkal dan suatu penerapan konsep pendidikan yang merangsang serta mendorong progresivitas ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak terkendali.
Di kalangan Islam juga muncul berbagai isu tentang krisis pendidikan serta problem lainnya yang dengan sangat mendesak menuntut suatu pemecahan berupa terwujudnya suatu sistem pendidikan yang didasarkan atas konsep Islam.
Salah satu solusi pemecahannya adalah pembenahan manajemen dan kepemimpinan dalam pendidikan. Selain dari dunia bisnis, negara maupun organisasi manajemen mempunyai peran penting untuk mengantarkan kemajuan pendidikan. Kalau manajemen negara mengejar kesuksesan pembangunan sedangkan manajemen pendidikan (sekolah) mengejar kesuksesan perkembangan anak manusia melalui pelayanan-pelayanan pendidikan yang memadai.
Pada makalah ini akan dipaparkan pengertian kepemimipinan pendidikan Islam beserta hal-hal yang terkait dengan kepemimpinan pendidikan Islam guna mencapai tujuan pendidikan Islam itu sendiri.

B. Rumusan Masalah                                                                            
Adapun rumusan masalah adalah sebahai berikut:
1.      Apa pengertian Kepemimpinan?
2.      Apa pengertian Pendidikan?
3.      Apa pengertian Pendidikan Islam?
4.      Apa Kepemimpinan Pendidikan Islam?
5.      Apa Ciri-Ciri Kepemimpinan yang efektif?
6.      Bagaimana Kepemimpinan dalam Pendidikan?
7.      Bagaimana Tipe-Tipe Kepemimpinan dalam Pendidikan?
8.      Apa Fungsi Kepemimpinan Pendidikan?

C. Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian Kepemimpinan
2.      Untuk mengetahui pengertian Pendidikan
3.      Untuk mengetahui pengertian Pendidikan Islam
4.      Untuk mengetahui Kepemimpinan Pendidikan Islam
5.      Untuk Mengetahui Ciri-Ciri Kepemimpinan yang efektif
6.      Untuk Mengetahui Kepemimpinan dalam pendidikan
7.      Untuk Mengetahui Tipe-Tipe Kepemimpinan dalam Pendidikan
8.      Untuk Mengetahui Fungsi Kepemimpinan Pendidikan

BAB II
PEMBAHASAN

A.     Kepemimpinan Pendidikan Islam
1.      Pengertian Kepemimpinan
Secara umum, kepemimpinan (leadership) adalah kegiatan manusia dalam kehidupan. Secara etimologi, kepemimpinan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata dasar “pimpin” yang jika mendapat awalan “me” menjadi “memimpin” yang berarti menuntun, menunjukkan jalan dan membimbing.
Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama sehingga dapat bekerja secara lebih efisien dan efektif untuk mencapai angka produktivitas kerja sesuai dengan yang telah ditetapkan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kepemimpinan adalah sifat yang harus dimiliki oleh perencana, pengorganisasi, pengarah, pemotivasi, dan pengendali untuk mempengaruhi orang-orang dan mekanisme kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[1]
Definisi lain dari kepemimpinan adalah sesuatu yang dimiliki oleh seseorang sehingga seseorang tersebut mampu menggerakkan orang-orang untuk melakukan perbuatan atau tindakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Pemimpin pada hakekatnya adalah seorang yang mempunyai  kemampuan untuk mempengaruhi prilaku orang lain didalam kerjaanya  dengan menggunakan kekuasaan. Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Pada tahap pemberian tugas pemimpin harus memberikan suatu arahan dan bimbingan yang jelas, agar bawahan dalam melaksanakan  tugannya dengan mudah dan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian kepemimpin mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama di antara pemimpin dan anggotanya. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota dan juga dapat memberikan pengaruh, dengan kata lain para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan, tetapi juga dapat mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya. Sehingga terjalin suatu hubungan social yang saling berinteraksi antara pemimpin dengan bawahan, yang akhirnya terjadi suatu hubungan timbal  balik.

2.     Pengertian pendidikan
Pengertian pendidikan menurut Undang Undang SISDIKNAS no. 20 tahun 2003, adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sedemikian rupa supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif supaya memiliki pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan dalam bermasyarakat, kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian serta akhlak mulia. Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa pendidikan berasal dari kata “didik” dan mendapat imbuhan berupa awalan ‘pe’ dan akhiran ’an’ yang berarti proses atau cara perbuatan mendidik. Maka definisi pendidikan menurut bahasa yakni perubahan tata laku dan sikap seseorang atau sekelompok orang dalam usahanya mendewasakan manusia lewat pelatihan dan pengajaran.
Menurut Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, pengertian pendidikan yaitu tuntutan dalam hidup tumbuhnya anak-anak yang bermaksud menuntun segala kekuatan kodrati pada anak-anak itu supaya mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat mampu menggapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.[2]
Kata pendidikan menunjukkan arti yang  dapat dilihat dari dua segi yaitu: pendidikan sebagai usaha atau proses mendidik dan mengajar seperti yang dikenal sehari-hari. Pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas berbagai masalah tentang hakekat dan kegiatan  mendidik dan mengajar dari zaman ke zaman dan mengajar  dengan segala cabang-cabangnya yang telah berkembang begitu luas dan mendalam.
Dari titik tolak itu dapatlah disimpulkan pengertiannya “kepemimpinan pendidikan” adalah sebagai satu kemampuan dan proses mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakan orang-orang lain yang ada hubungan dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat lebih efektif dan efesien didalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan.

3.  Pengertian Pendidikan Islam
Untuk memberikan pengertian pendidikan Islam, lebih bijaknya kalau melihat konsep pendidikan terlebih dahulu. Menurut Ki Hajar Dewantoro, mendidik adalah menuntun segala kekuatan yang ada pada anak-anaknya mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat sehingga mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.[3]
Sedangkan menurut Ahmad D. Marimba adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.[4]
Dari pengertian tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan itu dilaksanakan oleh orang dewasa yang ditujukan kepada anak yang merupakan benih yang berkembang membutuhkan bimbingan dan bantuan. Pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi anak calon manusia dewasa yang akan mengemban tugas melaksanakan dan melanjutkan kekhalifahan di bumi yang mempunyai tanggung jawab di hadapan Allah.

4.      Kepemimpinan Pendidikan Islam
Ada hubungan antara manajemen dengan kepemimpinan. Sondang P. Siagian menegaskan bahwa inti manajemen ialah kepemimpinan. Dengan pengertian lain, manajemen lebih luas daripada kepemimpinan, atau kepemimpinan berada dalam lingkup manajemen.
Dalam bahasa Arab, kepemimpinan sering diterjemahkan sebagai al-riayah, al-imarah, al-qiyadah, atau al-zaamah. Sementara itu, untuk meyebut istialah kepemimpinan pendidikan, para ahli lebih memilih istilah qiyadah tarbawiyah. Dalam Islam, kepemimpinan begitu penting. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dari Abu Said dari Hurairah bahwa keduanya berkata, Rasulullah bersabda, “Apabila tiga orang keluar berpergian, hendaklah mereka menjadikan salah satu sebagai pemimpin.” (HR. Abu Dawud).[5]
Ali Muhammad Taufiq menjelaskan macam-macam sifat kondusif yang harus dimiliki oleh pemimpin berikut ini:
a.         Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengendalikan perusahaan/ organisasinya.
b.         Memfungsikan keistimewaan yang lebih dibanding orang lain (QS. Al-Baqorah: 247).
c.         Memahami kebiasaan dan bahasa orang yang menjadi tanggung jawabnya (QS. Ibrahim: 4).
d.        Mempunyai karisma dan wibawa di hadapan manusia atau orang lain (QS. Hud: 91).
e.         Konsekuen dengan kebenaran dan tidak mengikuti hawa nafsu (QS. Shad: 26).
f.          Bermuamalah denga lembut dan kasih sayang terhadap bawahannya, agar orang lain simpatik kepadanya (QS. Ali-Imaran: 159).
g.         Menyukai suasana saling memaafkan antara pemimpin dan pengikutnya, serta membantu mereka agar segera terlepas dari kesalahan (QS. Ali-Imran: 159).
h.         Bermusyawarah dengan para pengikut serta mintalah pendapat dan pengalaman mereka (QS. Ali-Imran : 159).
i.           Menerbitkan semua urusan dan membulatkan tekad untuk bertawakal kepada Allah (QS. Ali Imran: 159).
j.           Membangun kesadaran akan adanya pengawasan dari Allah (muraqabah) sehingga terbina sikap ikhlas dimana pun, kendati tidak ada yang mengawasi kecuali Allah.
k.         Memberikan santunan sosial (takaful ijtima’) kepada para anggota, sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial yang menimbulkan rasa dengki dan perbedaan strata sosial yang merusak (QS. Al-Hajj: 41).
l.           Mempunyai power dan pengaruh yang dapat memerintah serta mencegah karena seorang pemimpin harus melakukan kontrol pengawasan atas pekerjaan anggota, meluruskan kekeliruan, serta mengajak mereka untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran (QS. Al-Hajj: 41).
m.       Tidak membuat kerusakan di muka bumi, serta tidak merusak ladang, keturunan, dan lingkungan (QS. Al-Baqarah: 205).
n.         Bersedia mendengar nasihat dan tidak sombong karena nasihat dari orang yang ikhlas jarang sekali kita peroleh (QS. Al-Baqarah: 206).

Bagi pendidikan Islam, tidak bisa sekedar memiliki keinginan yang harus diikuti oleh bawahan, tanpa bisa menunjukkan keteladanan bagi mereka.dalam Islam antara ucapan dan perbuatan haruslah relevan. Sebagaimana firman Allah Swt:



Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan... (QS. Al- Shaff: 2-3).
Inspirasi yang dapat ditangkap dari ayat tersebut adalah:
a.    Anjuran bagi orang-orang yang beriman untuk menjaga konsisten antara keyakinan, lisan, dan perbuatan.
b.    Larangan bersikap inkonsisten antara perkataan dan perbuatan.
c.    Peringatan supaya berhati-hati dalam meyerukan sesuatu.
d.   Keharusan untuk mengukur/ mengevaluasi diri sendiri.
e.    Anjuran untuk menjadi teladan terlebih dahulu sebelum mengatakan sesuatu.[6]

5.      Ciri-ciri kepemimpinan yang efektif
Adapun ciri-ciri kepemimpinan yang efektif adalah sebagai berikut :
a.    Memiliki Intelegensi tinggi (intelligence), Seharusnya seorang pemimpin harus mempunyai tingkat intelegensi yang lebih tinggi dari bawahannya.
b.    Kematangan jiwa sosial (Sosial maturity and breadth), Pemimpin biasanya memiliki perasaan/ jiwa yang cukup matang dan mempunyai kepentingan serta perhatian yang cukup besar terhadap bawahannya.
c.    Motivasi terhadap diri dan hasil (inner motivation and achievement drives), Para pemimpinan senantiasa ingin membereskan segala sesuatu yang menjadi tugas dan tanggung jawab.
d.   Menjalin hubungan kerja manusia (Human relation attides), Pemimpin harus dapat bekerja secara efektif dengan orang lain atau dengan bawahannya.[7]


6.      Kepemimpinan dalam pendidikan
Salah satu bentuk kepemimpinan dalam lembaga pendidikan islam adalah kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam menentukan keberhasilan suatu lembaga pendidikan. karena ia merupakan pemimpin dilembaganya, Mulyasa mengatakan, kegagalan dan keberhasilan sekolah banyak ditentukan oleh kepala sekolah karena mereka merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh sekolah menuju tujuannya. Sekolah yang efektif, bermutu, dan favorit tidak lepas dari peran kepala sekolahnya. Maka ia harus mampu membawa lembaganya kearah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, ia harus mampu melihat adanya perubahan serta mampu melihat masa depan dalam kehidupan global yang lebih baik. Kepala sekolah harus bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan semua urusan pengaturan dan pengelolaan sekolah secara formal kepada atasannya atau secara informal kepada masyarakat yang telah menitipkan anak didiknya.
Secara garis besar kualitas dan kompetensi kepala sekolah dapat dinila dari kinerjanya dalam mengaktualisasikan fungsi dan perannya sebagai kepala sekolah salah satunya adalah sebagai pemimpin di sekolah. Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pegawasan, meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugas. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan dan kemempuan berkomunikasi. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader tercermin dalam sifat-sifat jujur, percaya diri, tanggung jawab, berani mengambil resiko, dan keputusan, berjiwa besar, emosi yang stabil, teladan.


7.      Tipe-tipe Kepemimpinan dalam pendidikan
a.    Tipe otoriter
Pada kepemimpinan yang otoriter, semua kebijakan atau policy  dasar ditetapkan oleh pemimpin sendiri dan pelaksanaan selanjutnya ditugaskan kepada bawahannya. Semua perintah, pemberian tugas dilakukan tanpa mengadakan konsultasi sebelumnya dengan orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin otoriter berasumsi bahwa maju mundurnya organisasi hanya tergantung pada dirinya. Dia bekerja sungguh-sungguh, belajar keras, tertib dan tidak boleh dibantah.
b.    Tipe laissez faire
Pada tipe laissez faire ini pemimpin memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada setiap anggota staf di dalam tata procedur dan apa yang akan dikerjakan uuntuk pelaksanaan tugas-tugas jabatan mereka. Mereka mengambil keputusan dengan siapa ia hendak bekerjasama. Dalam penetapannya menjadi hak sepenuhnya dari anggota kelompok atau staf lembaga pendidikan itu.
Pemimpin ingin turun tangan bilamana diminta oleh staf, apabila mereka meminta pendapat-pendapat pemimpin tentang hal-hal yang bersifat teknis, maka barulah ia mengemukakan pendapat-pendapatnya. Tetapi apa yang dikatakannya sama sekali tidak mengikat anggota mereka boleh menerima atau menolak pendapat tersebut.
Apabila hal ini kita jumpai di sekolah, maka dalam hal ini bila akan menyelenggarakan rapat guru biasanya dilaksanakan tanpa kontak pimpinan (kepala Sekolah), tetapi bisa dilakukan tanpa acara. Rapat bisa dilakukan sebagai anggota/ guru-guru dalam sekolah tersebut menghendakinya.  
c.    Tipe demokrasi
Dalam tipe kepemimpinan ini seorang pemimpin selalu mengikut sertakan seluruh anggota kelompoknya dalam mengambil keputusan, kepala sekolah yang bersifat demikian akan selalu menghargai pendapat anggota/ guru-guru yang ada dibawahannya dalam rangka membina sekolah.
Sifat kepemimpinan yang demokratis pada waktu sekarang terhadap lebih dari 500 hasil researeh tentang kepemimpinan, jika  bahan itu di manfaatkan dengan baik maka kita akan dapat mempergunakan sikap kepemimpinan yang baik pula.
Dalam hasil researeh itu menunjukkan bahwa untuk mencapai kepemimpinan yang demokratis, aktivitas pemimpin harus:
1)        Meningkatkan interaksi kelompok dan perencanaan kooperatif.
2)        Minciptakan iklim yang sehat untuk perkembangan individual dan  memecahkan pemimpin-pemimpin yang potensial.
Hasil ini dapat dicapai apabila ada partisipasi yang aktif dari semua anggota kelompok yang berkesempatan untuk secara demokrasi member kekuasaan dan tanggung  jawab. Pemimpin demokrasi tidak melaksanakan tugasnya sendiri. Ia bersifat bijaksana di dalam pembagian pekerjaan dan tanggung jawab. Dapat dikatakan bahwa tanggung jawab terletak pada pundak dewan guru seluruhnya, termasuk pemimpin sekolah. Ia bersifat ramah dan slalu bersedia menolong bawahannya dengan nasehat serta petunjuk jika dibutuhkan.
d.   Tipe Pseudo  Demokratis
Tipe ini disebut juga demokratis semua atau manipulasi diplomatik. Pemimpin bertipe ini hanya tampaknya saja bersifat demokratis padahal sebenarnya dia bersifat otokratik.
Nampak seperti demokratis tetapi semua karena tetap otoriter dan demi kepentingan kelompok tertentu saja. Ide-ide atau gagasanyang ia terapkan selalu didiskusikan tetapi akhirnya bawahan didesak untuk menerima ide pimpinan tersebut sebagai keputusan bersama.




8.      Fungsi Kepemimpinan Pendidikan
a.         Pemimpin membantu terciptanya suasana persaudaraan, kerjasama dengan penuh rasa kebebasan,
b.         Pemimpin membantu kelompok untuk mengorganisir diri yaitu ikut serta dalam memberikan rangsangan dan bantuan kepada kelompok dalam menetapkan dan memjelaskan tujuan,
c.         Pemimpin membantu kelompok dalam menetapkan prosedur kerja, yaitu membantu kelompok dalam menganalisis situasi untuk kemudian menetapkan prosedur mana yang paling efektif dan efisien,
d.        Pemimpin bertanggungjawab dalam mengambil keputusan bersama dengan kelompok, dan
e.         Pemimpin bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi organisasi.[8]
                                                                                             



BAB III
Kesimpulan

Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama sehingga dapat bekerja secara lebih efisien dan efektif untuk mencapai angka produktivitas kerja sesuai dengan yang telah ditetapkan. Pengertian pendidikan menurut Undang Undang SISDIKNAS no. 20 tahun 2003, adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sedemikian rupa supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif supaya memiliki pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan dalam bermasyarakat, kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian serta akhlak mulia. Pendidikan menurut Pendidikan Islam merupakan suatu hal yang penting bagi anak calon manusia dewasa yang akan mengemban tugas melaksanakan dan melanjutkan kekhalifahan di bumi yang mempunyai tanggung jawab di hadapan Allah. Dalam bahasa Arab, kepemimpinan sering diterjemahkan sebagai al-riayah, al-imarah, al-qiyadah, atau al-zaamah. Sementara itu, untuk meyebut istialah kepemimpinan pendidikan, para ahli lebih memilih istilah qiyadah tarbawiyah. Dalam Islam, kepemimpinan begitu penting. Ciri-ciri kepemimpinan yang efektif adalah  memiliki intelegensi tinggi (intelligence), kematangan jiwa sosial (Sosial maturity and breadth), motivasi terhadap diri dan hasil (inner motivation and achievement drives),  dan menjalin hubungan kerja manusia (Human relation attides),  Salah satu bentuk kepemimpinan dalam lembaga pendidikan islam adalah kepala sekolah. Tupoksi kepala sekolah adalah salah satunya adalah sebagai pemimpin du sekolah. Tipe-tipe Kepemimpinan adalah sebagai berikut: Otoriter, Tipe laissez faire, demokrasi, Tipe Pseudo  Demokratis. Fungsi Kepemimpinan adalah Pemimpin membantu terciptanya suasana persaudaraan, kerjasama dengan penuh rasa kebebasan dan pemimpin membantu kelompok untuk mengorganisir diri yaitu ikut serta dalam memberikan rangsangan dan bantuan kepada kelompok dalam menetapkan dan memjelaskan tujuan.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad. D. Marimba. 1989. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Al Ma’arif.

http://9wiki.net/pengertian-pendidikan/, diakses 27 September 2017, jam 22.45 WIB.

Mulyasa. 2004. Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Bandung: Remaja Rosda Karya.

Mujamil Qomar. 2007. Manajemen Pendidikan Islam.  Malang: Erlangga.

Tri Supriyatno, Marno. 2008. Manajemen dan Kepemimpinan Kependidikan Islam. Bandung: Refika Aditma.

Zahara Idris. 1981. Dasar-dasar Kependidikan. Padang: Angkasa Raya.






[1] Tri Supriyatno, Marno, Manajemen dan Kepemimpinan Kependidikan Islam, (Bandung: Refika Aditma, 2008), h. 30.

[2] http://9wiki.net/pengertian-pendidikan/, diakses 26 September 2017,  jam 22.45 WIB.
[3] Zahara Idris, Dasar-dasar Kependidikan, (Padang: Angkasa Raya, 1981),  h.  9.
[4] Ahmad. D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan, (Bandung: Al Ma’arif , 1989),
h. 19.

[5] Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, (Malang: Erlangga, 2007), h. 268-269.
[6] Ibid, h.277-284.
[7]Siti Fatimah, Manajemen pendidikan Islam , (Bandung: Al-fabeta, 2015), h. 81 dan 82.
[8] Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2004), h. 24.